Tibiame Versi Newa Chapter 3

Chapter 3 Malam Yang Tenang (Perasaan Aneh Seorang Kru)

Selesai pesta, semua anak dan kru kapal kembali ke tempat mereka dengan puas. Dan beberapa bahkan tidur di tempat, dan beberapa masih bercanda-canda.

**

Kru kapal yang tengah melihat sesuatu, menggunakan teropongnya itu, ragu, apakah dia harus memberitahu kapten?.

"Yah, mungkin, lebih baik tidak ya?" bisiknya "lagi pula itu cuma awan hitam, dan tempatnya jauh pula"

Dan diapun, pergi berjaga ke tempat lain.

**

Di ruangan tempat pesta.

Sileh masih duduk di pojok sendiri, dengan 'anggur' di tangannya, dia, mengenang masa lalunya.

Tiba-tiba, seseorang menepuk bahunya.

Tanpa menoleh, Sileh, mengibaskan tangannya "Pergilah! kau tidak lihat aku sedang sibuk bocah!" teriaknya marah-marah.

Tiba-tiba, orang yang berdiri di belakang Sileh mengeluarkan aura dingin "Begitu?" tanyanya dingin.

"Ya! goblok! itupun kau tidak mengerti!" teriak Sileh dengan wajah merah padam sambil berbalik, dan wajah merah mabuknya tiba-tiba kehilangan warna.

"Kalau kau tidak ingin aku melemparmu ke laut, cepatlah, bersihkan seluruh tempat, gendut" kata orang itu dengan suara yang sangat dingin.

Melihat orang itu, tubuh Sileh mulai gemetar.

Melihat ke arah Sileh dengan satu matanya yang tidak tertutup(eyepatch),'laki-laki' itu menatap Sileh dengan dingin.

"K-Krup..." Sileh terbata-bata, lalu dia tiba-tiba berlutut "maafkan aku! a-aku,aku"

Wajah Krup berubah "Oi! kenapa kau berlutut, angkat kepalamu dan bersih-"

"Maafkan aku! aku tidak sengaja!" teriak Sileh, membuat Krup terdiam.

"Aku tidak sengaja! aku tidak pernah ingin tau aku hanya tidak sengaja!" teriak Sileh, panik oleh ucapannya sendiri, Krup menyipitkan matanya dengan kesal dan sedikit, curiga(penasaran).

Saat ini orang-orang yang masih tinggal disana melihat ke arah mereka dengan penasaran(tertarik).

"Apa yang kau 'tidak sengaja' kan, gendut" katanya.

Sileh mengetukkan kepalanya ke lantai "Aku tidak sengaja melihat 'anda' memasukkan celana dalam anda ke dalam kolam posy-"

*dhuack* tendangan Krup mendarat tepat di wajah Sileh membuatnya terpental jauh.

"jangan bicara yang aneh-aneh, gendut. Kalau orang mendengarnya mereka pasti akan salah paham" kata Krup sambil melirik orang-orang(para kru dan anak-anak) yang disana dan menghembuskan napas lega.

"...dan juga, Gendut, kenapa kau bisa tau sesuatu yang terjadi di 'ruang pribadi'ku..." kata Krup siap untuk menghajar Sileh.

Tapi, entah sejak kapan, Sileh kini telah menghilang, meninggalkan sebuah teriakan yang menggema di seluruh ruangan.

"Kapten! 'saya' akan membersihkan toilet! horrah!!!"

Membeku, Krup melihat kearah Sileh menghilang tapi, tidak mengejarnya,  dia berbalik dan berdehem
"ahem..." mengangguk ke arah 'orang-orang' dan meninggalkan tempat itu untuk kembali ke 'ruang pribadi'nya.

**

Kru kapal yang bertugas berjaga itu merasa ada sesuatu yang salah, dia merasa bulu kuduknya mulai berdiri, merinding, dia berjalan dengan kaku.

"Itu pasti karena aku tidak dapat ikut pesta" katanya menggeleng-gelengkan kepalanya yang pucat, menghibur diri.

**

Krup membuka pakaiannya dan masuk ke dalam 'kolam yang Ada di tempat pribadi'nya itu.

"Sebentar lagi akan sampai ke Aurea, Mandi Posyen, adalah yang terbaik" katanya, dan tiba-tiba dia teringat dengan Sileh.

"...Untung aku menendangnya dengan cepat" bisiknya sambil melihat ke arah 'kolam' tempatnya itu, "...Walaupun ini cuma 'kolam pemandian' biasa, kalo ada orang yang dengar, pasti mereka akan salah paham" bisiknya sambil menutup mata menenangkan diri.

"dan juga, tidak mungkin ada orang yang akan meminum dari 'kolam pemandian' hahaha"

**

"R-ron, apa yang..."

Tubuh Ron tiba-tiba gemetar dan wajahnya pucat pasi.

"...karena warnanya berbeda, aku pikir itu adalah 'jenis baru'" kata Ron gemetar.
"hah? jenis baru?" tanya temannya bingung.

"Ah, tidak apa-apa, aku cuma ngantuk, kayaknya aku harus t-tidur" kata Ron lalu dengan linglung berjalan ke kamarnya.

Newa yang makan terlalu banyak (karena di'paksa') kini tengah berjalan menuju kamarnya dengan langkah berat, mengingat semua yang telah terjadi, dia tersenyum dengan lemah.

Menggelengkan kepalanya dengan senyum yang di paksakan, dia terus berjalan.

"Eh?" tiba-tiba dia merasakan sesuatu dan berbalik, dan menemukan sahabat karibnya Ron, tengah berjalan menusuri dinding dengan wajah pucat.

Newa berhenti, menunggu sahabat karibnya "Ron?" panggilnya bingung, dia mulai mengingat-ingat apa yang telah terjadi, tapi seingatnya, Ron gak makan banyak, cuma beberapa kue manis doang.

"Oh, Wa..." sapa Ron dengan satu tangan di dinding.

"R-Ron, ada apa?"

"sebagai seorang warrior, kita harus mempersiapkan diri untuk segala kemungkinan Newa, ingat itu" kata Ron tiba-tiba, membuat Newa bingung.

"?"

Ron terdiam sejenak, dan tiba-tiba "Ngomong-ngomong Wa..." dia menarik napas dalam-dalam "bagaimana perasaanmu kalau, kau minum air, celana dalam..."

"? aku, aku gak tau, aku gak pern-" tiba-tiba Newa berhenti "Jangan-jangan, Ron kau..."

"...Itu cuma pengandaian, bodoh"

"Oh, O-oke"

setelah mengatakan "...Ya" singkat, Ron mengangguk dan berjalan menusuri dinding menuju kamarnya.

"Ron, apakah kau tidak apa?"

"..."

Dan pada akhirnya, mereka berjalan bersama, dengan Ron, di papah oleh Newa.

**

Selesai bermandi poayen, Krup, meninggalkan 'ruang pribadinya' dan kembali ke kantornya.

Hanya ringgal sebentar lagi, mereka akan sampai ke Aurea. Tapi, Krup sedikit memicingkan matanya. "Ada sesuatu yang salah" pikirnya.

Setelah sampai di kantornya, dia memanggil seluruh anak buahnya.

**

Sampai di kamar Newa melepaskan Ron dan secara ajaib, Ron langsung tertidur tepat setelah dia mengatakan "Cuma butuh tidur dan semua akan baik-baik saja"

Melihat wajah tertidur Ron, Newa mengeluarkan senyum, dan pergi ke kamarnya, yang tepat berada d-i sebelah Ron.

**

"...Mana Sileh?" tanya Krup.

Semua anak buahnya saling pandang.

"Dia bilang akan membersihkan ...toilet?" jawab anak buahnya yang kebetulan bertemu sileh.

Setelah terdiam sejenak Krup mengangguk.

"Apakah Ada sesuatu yang aneh, yang sedang terjadi di sekitar kapal?" tanya Krup dengan nada serius yang aneh, membuat semua anak buahnya saling tukar pandang.

Bersambung.

Chapter 2 | Chapter 4

Ceritanya mau aku ubah, jadi bisa dikatakan ini cerita ini tamat disini, well tapi perubahannya gak banyak, kayaknya, kok.

0 Response to "Tibiame Versi Newa Chapter 3"

Post a Comment