Chapter 1 Anak Yang Tidak Pandai Bergaul
Sebuah malam yang biasa, dalam sebuah kapal lumayan besar(besar) yang tengah berlayar di Laut Aurea. Suasana disana benar-benar ramai dan menyenangkan.
Para kru, dan para penumpang kapal yang terdiri dari anak-anak usia 14-15 tahun, tengah mengadakan pesta, untuk merayakan, karena sekarang mereka telah masuk ke Lautan Aurea. Yang artinya, sebentar lagi mereka akan sampai di Aurea.
"Haha, Ron sebentar lagi kita akan sampai di Aurea." kata seorang anak dengan penuh semangat. "aku benar-benar tidak sabar, membayangkannya saja, tubuhku rasanya gemetaran." tambahnya.
Anak yang bernama Ron, tersenyum melihat kelakuan temannya. Dan seperti temannya, dia, tentu saja senang, tapi dia masih bisa tersenyum dengan tenang.
"Yah, itu tidak bisa disangkal, tentu saja aku juga senang." kata Ron sambil tersenyum.
"Haha, benarkan? benarkan? kita sebentar lagi akan sampai ke Aurea."
"Oh, aku dengar Akademy Aurea itu besar, dan, dan banyak cewek cantik juga katanya."
"Apaan, otakmu isinya cewek-cewek doang apa?! Ini Academy Aurea yang kita bicarakan, bodoh, MAGIC! dan SKILL! Ohh~ aku udah bener-bener gak sabar." teriak anak lainnya.
Dan seperti itu, mereka bermain, tertawa, dan berbicara dengan penuh semangat di meja tengah/meja utama dari ruangan itu.
Di pojok ruangan, seorang anak laki-laki dengan rambut hitam acak-acakan dan mata yang cokelat keemasan, memakai jubah biru langit, menutupi seluruh tubuhnya. Duduk sendirian memegang segelas jus jeruk di tangannya.
Dia memandang(memperhatikan) setiap gerakan yang akan terjadi setiap dia menggoyangkan gelas di tangannya.
"Oh? Newa? Benar?" sapa seseoarang tiba-tiba dari belakang punggungnya.
Sedikit terkejut, anak itu, Newa, berbalik melihat ke arah sumber suara.
"Tuan Sileh?" sapanya ragu-ragu, melihat laki-laki gendut berwajah bulat yang tengah berdiri di belakangnya.
"Oh?, Apa yang kau lakukan sendirian disini, Nak?" tanya Sileh sambil berjalan dan duduk di samping Newa. Dari sana, melihat ke arah meja utama, dimana anak-anak dan beberapa kru tengah bermain dan tertawa bersama.
Newa mengikuti pandangan Sileh, dan memaksa dirinya untuk tersenyum "Aku, aku tidak pandai bergaul" bisiknya pelan, dan agak ragu-ragu.
"Oh?" Sileh sedikit terkejut, melihat Newa dengan aneh, tapi dia memutuskan untuk tidak bertanya.
"Jadi, Nak..." kata Sileh mencoba mengalihkan pembicaraan "...kau akan pergi ke kelas Sihir?" tanya Sileh dengan bingung yang lebih kepada dirinya sendiri.
"Ah? Y-ya." jawab Newa sedikit aneh(gugup).
"Wizard, ya..." kata Sileh, dengan senyum aneh yang di paksa-paksakan.
Newa melihat ke arahnya.
"Aku selalu ingin menjadi seorang Wizard..." kata Sileh dengan Nada yang menghina diri(semacam frustasi)
"...Itulah kenapa aku masuk kelas Sihir. Tapi, haa. Aku tidak memiliki bakat untuk menjadi seorang Wizard" meminum anggur yang dia dapat entah darimana, Sileh, kembali menghina diri.
Newa hanya duduk diam dan mendengarkan, dia bukan orang yang pandai berkomunikasi, dan dia juga yakin kalau Sileh, pasti akan mengatakan sesuatu.
"'gulp'(suara Sileh minum anggur) haha, karena aku tidak memiliki jumlah mana yang cukup untuk menjadi seorang wizard, aku harus dipindahkan dari kelas Sihir menjadi kelas 'gulp' kesatria, tapi-"
"Oh, Newa!" Seorang anak laki-laki dengan rambut dan mata berwarna merah tua, memanggil dan sambil berjalan ke arah Newa, dengan membawa sebuah kue di tangannya.
Newa berbalik dan menemukan kalau itu adalah
"Ron..."
Bersambung
Halo, aku Newa Almukhta, aku tiba-tiba entah bagaimana, dan gak tau kenapa punya hobi baru, hobi itu adalah 'menulis'.
Nah ini adalah satu dari beberapa tulisan yang berhasil aku buat, cerita ini jujur, masih cuma ada 2(dua) chapter, tapi selanjutnya nanti aku akan berusaha 'untuk melanjutkannya'.
Dan ngomong-ngomong, cerita ini bertempat di dunia Tibiame, dan kisah utamanya juga akan aku ambil dari Sana, jadi aku bingung, ini 'fanfiction' atau bukan?.
Dan sebagai peringatan, akan Ada adegan kekerasan(bunuh membunuh) jadi, anak-anak dilarang baca.
Genrenya : Fantasy, Drama, Comedy, Romance, Action, Adventure, dan Aku gak ngerti genre yang lain, tapi mungkin cuma itu? Atau harus di tambahin Tragedy juga?.
Dan yaah selamat menikmati.
Bye
0 Response to "Tibiame Versi Newa Chapter 1"
Post a Comment